Taspen Siapkan KPR Khusus, Cicil Hunian hingga Masuk Usia Pensiun
Taspen Siapkan KPR Khusus, Cicil Hunian hingga Masuk Usia Pensiun
Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Josephus K. Triprakoso (dari kiri), Direktur Utama PT Taspen (Persero) Iqbal Latanro, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Maryono, Komisaris Utama Taspen Franky Sibarani, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia Soelaeman Soemawinata, dan Sekretaris Jenderal Paulus Totok Lusida, saling bertumpu tangan di sela-sela penandatanganan kerja sama Penyediaan Hunian Bagi Peserta Taspen di Jakarta, Senin (12/2).

Jakarta, MERDEKANEWS - PT Taspen (Persero) bekerja sama dengan perbankan dan pengembang, untuk pengadaan rumah bagi para pensiunan. Program ini disiapkan karena harga rumah yang semakin mahal, tak hanya menyulitkan pekerja untuk bisa memiliki hunian, terlebih lagi para pensiunan.

Direktur Utama PT Taspen (Persero) Iqbal Latanro mengatakan, program pengadaan rumah dengan skema khusus bagi pensiunan ini merupakan kerjasama dengan Bank BTN, Bank Mandiri Taspen, serta kalangan pengembang yang tergabung dalam DPP Real Estat Indonesia (REI).

"Para peserta Taspen akan dimudahkan dalam mencari hunian yang lebih layak dengan adanya perjanjian kerjasama ini. Mereka dapat mencicil hunian hingga sudah masuk usia pensiun," kata Iqbal di Gedung Taspen, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurutnya, skema kredit khusus pengadaan rumah bagi pensiunan ini, memungkinkan masa angsuran hingga nasabah berusia 70 tahun. Dengan masa angsuran yang panjang, peserta Taspen bisa diringankan dalam membayar uang muka atau angsuran rumah.

Skema kredit ini, jelas Iqbal, bisa diperoleh peserta Taspen yang masih aktif, menjelang pensiun, atau sudah masuk masa pensiun. Selama ini para pensiunan tak dapat mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) karena terbentur aturan batas usia. 

Selain itu, uang pensiun yang dianggap terlalu kecil juga menyulitkan pemenuhan syarat perbankan. Namun dengan adanya jaminan dari Taspen, kendala-kendala itu bisa diatasi.

Berdasarkan data dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (BAPERTARUM-PNS), pada 2016 terdapat 960 ribu orang dari 4,5 juta aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia yang belum memiliki hunian. Hal tersebut dipengaruhi banyak faktor, diantaranya kendala finansial dan lokasi hunian yang tidak strategis.
 
Sementara itu, Iqbal menyebut saat ini peserta Taspen terdiri atas 2,5 juta pensiunan dan kurang lebih 4,5 juta pegawai aktif. Melalui kerjasama ini, Taspen akan bertindak sebagai pihak yang mengidentifikasi kebutuhan hunian layak diantara para peserta, yang nantinya akan difasilitasi pembiayaannya oleh Bank BTN dan Bank Mandiri Taspen, serta pengadaannya oleh REI.     
 
"Anda mau bayar uang muka tapi kreditnya panjang, ada Bank BTN, tidak bayar uang muka tapi angsurannya tinggi, ada Bank Mantap (Mandiri Taspen). Anda mau lokasi yang bagaimana, kita juga ada REI," jelas dia. 
 
Hadir pula dalam penandatanganan kerjasama ini Dirut Bank BTN Maryono, Dirut Bank Mandiri Taspen Joshepus Triprakoso dan Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata. 

(Kinanti Senja)
Bukan Rezeki, Guru Terima Hadiah dari Orang Tua Murid Tapi Bentuk Gratifikasi!
Bukan Rezeki, Guru Terima Hadiah dari Orang Tua Murid Tapi Bentuk Gratifikasi!
Bank Dunia: 60,3 Persen Masyarakat Indonesia Merupakan Penduduk Miskin
Bank Dunia: 60,3 Persen Masyarakat Indonesia Merupakan Penduduk Miskin
Berujung ke Ranah Hukum, Begini Ihwal Anggota DPRD Sumut Cekik Pramugari Wings Air
Berujung ke Ranah Hukum, Begini Ihwal Anggota DPRD Sumut Cekik Pramugari Wings Air
ASDP Maksimalkan Layanan di Lintas Penyeberangan Utama
ASDP Maksimalkan Layanan di Lintas Penyeberangan Utama
AKP Dadang Iskandar Terancam Hukuman Mati, Ini Alasannya Tembak Mati AKP Ryanto Ulil?
AKP Dadang Iskandar Terancam Hukuman Mati, Ini Alasannya Tembak Mati AKP Ryanto Ulil?