Harga TBS Terlalu Mahal, Industri Sawit Ogah Belanja
Harga TBS Terlalu Mahal, Industri Sawit Ogah Belanja

Mukomuko, MERDEKANEWS - Industri sawit di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, keberatan membeli tandan buah segar (TBS) sawit milik petani lantaran harga dinilai terlalu mahal.

Tim perumus harga Pemprov Bengkulu mematok harga TBS sebesar Rp1.200 per kilogram. "Kami tidak bisa mengikuti harga beli sawit sesuai dengan ketetapan tim pemerintah provinsi. Karena bisa mengancam keberadaan perusahaan. Kami bisa tutup," tegas Kepala Humas PT Daria Dharma Pratama (DDP) Samirana kepada bupati setempat di Mukomuko, Sabtu (21/7/2018).

Hal itu terkuak ketika Bupati Mukomuko Choirul Huda mengumpulkan seluruh pimpinan perusahaan kelapa sawit, terkait rendahnya harga beli TBS sawit. Ternyata, industri sawit di Mukomuko merasa keberatan dengan harga. Saat ini, mereka kesulitan menjual minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO). Lantaran, rendahnya kualitas TBS petani yang berimbas kepada hasil produksi serta kapasitas tangki timbun di pabrik masih penuh.

Terhitung `9 Juli hingga awal Agustus, sejumlah perusahasan tidak lagi menjual CPO. Mereka masih menimbun produksinya di tangki. "Informasi yang saya peroleh dari pimpinan, hingga awal bulan Agustus mendatang, perusahaan tidak menjual minyak CPO. Sehingga bahan mentah yang ada masih tersimpan di tangki timbun," kata Staf Marketing PT SSJA, Jeri.

Kendati demikian, Jeri menyatakan, perusahaannya tetap membeli TBS kelapa sawit milik petani. Hanya saja, harga TBS sawit diperkirakan akan kembali mengalami penurunan.

Bupati Mukomuko Choirul Huda meminta seluruh perusahaan sawit di daerah bisa membeli TBS sawit dari petani, sesuai aturan yang ada."Saya minta ikuti aturan yang ada. Ini bukan penekanan atau lainnya. Melainkan mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku," ujar Choirul.

Ia menyatakan, jangan sampai penurunan harga TBS sawit mengganggu perekonomian masyarakat di daerah. Yang bisa berdampak buruk bagi perputaran ekonomi di Mukomuko. Terkait keluhan soal harga TBS, dia mempersilahkan pengusaha untuk menyampaikan langsung ke Pemprov Bengkulu.

 

(Eko Satria)
Lindungi Industri Kelapa Sawit Nasional, Menko Airlangga Minta Uni Eropa Tak Buat Aturan Bernafaskan Imperialisme
Lindungi Industri Kelapa Sawit Nasional, Menko Airlangga Minta Uni Eropa Tak Buat Aturan Bernafaskan Imperialisme
Smart TV DIGITEC, Pilihan Cerdas dan Ramah di Kantong
Smart TV DIGITEC, Pilihan Cerdas dan Ramah di Kantong
Kementan Optimalkan Produksi Jagung Lewat Program Kesatria
Kementan Optimalkan Produksi Jagung Lewat Program Kesatria
Mendag Zulkifli Hasan Luncurkan Bursa CPO Indonesia
Mendag Zulkifli Hasan Luncurkan Bursa CPO Indonesia
Wamendag Jerry: CPOPC Bangun Jalur Komunikasi Terbuka dengan India
Wamendag Jerry: CPOPC Bangun Jalur Komunikasi Terbuka dengan India