
MERDEKANEWS-Polres Pelabuhan Tanjung Priok, yang dipimpin AKBP Martuasah Tobing dibantu Kasat Reskrim, AKP I Gusti Ngurah Putu Krisnha berhasil meringkus delapan pelaku penjambretan yang menimpa warga Prancis dan anaknya di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, pada Rabu (5/3) siang.
Atas prestasinya, Atase Kepolisian Kedubes Prancis di Jakarta, Commandant De Police, Chassot memuji kerja Polres Pelabuhan Tanjung Priok, yang merespons cepat kasus penjambretan yang menimpa warga Prancis dan anaknya di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.
Dia menekankan, keamanan warga Prancis menjadi hal penting bagi pemerintah Prancis.
"Pemerintah Prancis mengucapkan terima kasih atas kerja luar biasa dari kepolisian nasional Indonesia, khususnya Kepolisian Tanjung Priok atas upaya luar biasa mereka," kata Chassot saat konferensi pers di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakut, Kamis (20/3).
Chassot mengatakan kinerja yang optimal dan dedikasi diperlukan dalam pengungkapan sebuah kasus. Dia mengatakan Polres Tanjung Priok layak bangga dengan kinerja penyidik Satuan Reserse Kriminal-nya.
"Sebagai seorang perwira polisi dan mantan jaksa, saya sepenuhnya memahami besarnya kerja dan dedikasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kasus ini. Anda boleh bangga dengan kerja tim dan kerja anda," ucap Chassot di hadapan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Martuasah Tobing bersama Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP I Gusti Ngurah Putu Krisnha.
Chassot mengakui, Polres Pelabuhan Tanjung Priok merespons cepat dan baik atas laporan warganya.
"Komunikasi dengan korban sangat baik. Kerja sama yang sangat baik. Keamanan warga negara Prancis merupakan masalah penting bagi kita," kata Chassot.
Dia berterima kasih dan mengapresiasi pengungkapan kasus ini. Dia mengatakan, Prancis memprioritaskan hubungan yang baik dengan Pemerintah Indonesia.
"Memperkuat hubungan dengan Indonesia merupakan prioritas bagi otoritas Prancis. Indonesia merupakan pemain utama di panggung internasional, dan Prancis serta Indonesia adalah mitra strategis sebagai negara di kawasan Indo-Pasifik," tuturnya.
Dia menambahkan Prancis sama seperti Indonesia, yakni menjunjung perdamaian dan kekondusifan. Dia pun menyampaikan akan melanjutkan kemitraan dengan Indonesia, khususnya di bidang keamanan.
"Kami memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan perdamaian dan stabilitas. Oleh karena itu, kami akan melanjutkan kemitraan, khususnya di bidang keamanan," pungkasnya
Diketahui, aksi penjambretan terhadap WN Prancis, Marion Parent (41) terjadi di tembok laut Marina Pos 6 Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakut pada Rabu 5 Maret 2025. Saat itu, korban sedang berburu foto suasana di sekitar tanggul laut.
Marion membawa anaknya untuk hunting foto suasana tembok laut Marina Pos 6 Pelabuhan Sunda Kelapa. Marion dan anaknya foto-foto di pinggir laut tanggul Muara Baru. Lalu, tiba-tiba beberapa orang datang menghampirinya. Para pelaku meminta sejumlah uang hingga menodongkan pisau ke arah anak korban.
Korban sempat menolak memberikan uang sehingga pelaku menarik paksa kamera yang tergantung di tubuh korban dan pelaku langsung melarikan diri. Korban sempat mengalami trauma atas kejadian tersebut. Korban lalu melaporkan kasus itu ke polisi.
Polres Pelabuhan Tanjung Priok kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Tiga pelaku yang merupakan buruh bongkar ikan ditangkap polisi.
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok kembali menangkap 4 pelaku yang berperan sebagai penadah yakni berinisial SG, BD, FH dan ADP. Kemudian polisi menangkap satu lagi tersangka yang sempat buron, berinisial IM. Total tersangka dalam kasus ini ada 8 orang.
(MUH)