BBM Non Subsidi Mahal, Premium Menghilang, Rakyat Makin Susah
BBM Non Subsidi Mahal, Premium Menghilang, Rakyat Makin Susah

Jakarta, MERDEKANEWS - Di satu sisi, konsumsi BBM non-subsidi naik signifikan. Di sisi lain, pemerintah tetap harus menjamin ketersediaan premium. Apalagi harga BBM non subsidi itu makin mahal saja.

Ketua bidang Ekonomi, Industri, Teknologi, Lingkungan Hidup DPP PKS, Memed Sosiawan mengatakan, pemerintah wajib menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium. Hal ini terkait kenaikan harga BBM non subsidi serta pelemahan nilai tukar rupiah.

"Di tengah melemahnya daya beli rakyat karena melemahnya nilai tukar rupiah dan besarnya kebutuhan premium karena besarnya disparitas harga, maka kondisi tersebut berpotensi mendorong terjadinya kelangkaan premium apabila pemerintah tidak menambah pasokan premium yang beredar," kata Memed kepada media di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Memed mengingatkan, tren pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini, sudah didahului tren kenaikan harga minyak dunia. Saat ini, harganya di pasar global mendekati US$70 per barel. Angka ini lebih besar ketimbang asumsi di APBN 2018. Di mana, harga minyak mentah indonesia atau Indonesia Crude Price/ICP dipatok US$48 per barel.

Ia berpendapat, meskipun pemerintah telah menyatakan bahwa harga premium dan solar (BBM Bersubsidi) tidak berubah dan pemerintah akan menambah subsidi premium dan solar agar harga per liternya tetap sampai akhir tahun, namun untuk harga BBM nonsubsidi disesuaikan dengan kondisi harga minyak dunia.

Hal tersebut, lanjutnya, dapat mengubah perilaku konsumen dengan beralih ke BBM jenis premium atau pertalite. Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) merilis daftar harga BBM terbaru dengan mencatatkan kenaikan harga pada mayoritas nonsubsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite).

Berdasarkan pantauan Antara di Jakarta, Minggu (25/2/2018), pada laman resmi Pertamina, dalam tabel harga, jenis BBM Pertamax per liternya di wilayah Jakarta naik dari Rp8.600 menjadi Rp 8.900. Sementara Pertamax Turbo naik dari Rp9.600 menjadi Rp10.100.

Kemudian, untuk daftar harga Pertamina Dex dalam tabel resmi, naik dari sebelumnya Rp9.250 per liter menjadi Rp 10.000. Sedangkan untuk Dexlite naik dari sebelumnya RP 7.500 menjadi Rp 8.100. Namun, untuk jenis BBM Pertalite, Premium dan Solar tidak mengalami perubahan harga. Data tersebut dilansir pada tanggal 24 Februari 2018, terakhir. Data memuat harga dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua.

 

(Setyaki Purnomo)
Project Financing RDMP Kilang Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan Deal of the Year se-Asia Pasifik
Project Financing RDMP Kilang Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan Deal of the Year se-Asia Pasifik
Pertamina Dukung Gerakan Penanaman 100.000 Bibit Pohon Untuk Kelestarian Lingkungan
Pertamina Dukung Gerakan Penanaman 100.000 Bibit Pohon Untuk Kelestarian Lingkungan
Ruby Mulyawan, Ahli Perminyakan yang Pulang Kampung ke Blok Rokan Jadi Dirut PHR
Ruby Mulyawan, Ahli Perminyakan yang Pulang Kampung ke Blok Rokan Jadi Dirut PHR
Direktorat PAUD Canangkan Pembangunan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani
Direktorat PAUD Canangkan Pembangunan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani
Pertamina Group Kukuhkan Jajaran Direksi Baru Subholding dan Anak Usaha
Pertamina Group Kukuhkan Jajaran Direksi Baru Subholding dan Anak Usaha