Ekonomi Babak-belur, 20 Orang Kaya Ini Malah Makin Tajir
Ekonomi Babak-belur, 20 Orang Kaya Ini Malah Makin Tajir
R. Budi Hartono (Djarum), Tahir (Mayapada) dan Chairul Tanjung (Trans Corp)

Jakarta, MERDEKANEWS - Walau tren ekonomi Indonesia ambles tapi para orang tajir terus naik. Jumlah duitnya makin tak terbendung. Lagu Rhoma Irama yang kaya makin kaya ada benarnya. Dari hasil penelitian dan survei Majalah Forbes 20 orang tajir di Indonesia makin kinclong. 

Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2018 pada, Rabu, 7 Maret. Untuk Indonesia, dua posisi teratas masih diduduki pewaris PT Djarum, Budi dan Michael Hartono. Tahun lalu, keduanya dinobatkan gelar yang sama dengan kekayaan US$ 32 miliar (sekitar Rp 440 triliun lebih).

Meski jumlah kekayaannya berkurang, bos Trans Corp, Chairul Tanjung (CT), 56 tahun, menyodok masuk lima besar setelah tahun lalu berada di posisi ketujuh. Pada 2018, Forbes mencatat kekayaan CT mencapai US$ 3,5 miliar, turun dari US$ 3,6 miliar.


Pada 2018, sang adik, Budi Hartono, menempati urutan pertama dengan nilai kekayaan mencapai US$ 17,4 miliar, diikuti Michael Hartono dengan nilai kekayaan US$ 16,7 miliar. Jika dilihat secara global, Budi menempati posisi ke-69 dan Michael di posisi ke-75 orang terkaya dunia.

Selain industri rokok, penghasilan keduanya juga berasal dari sektor perbankan. Mereka adalah pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Keluarga Hartono telah mengakuisisi saham BCA saat kelompok Salim kehilangan kendali atas usaha itu saat krisis 1997 hingga 1998.

Hartono bersaudara juga memiliki usaha di bidang perkebunan kelapa sawit, elektronik, serta e-commerce. Salah satu bisnis e-commerce milik mereka adalah perusahaan jual-beli online Blibli.com.

Sepuluh teratas orang terkaya Indonesia masih diisi nama-nama lama, seperti bos Indorama, Sri Prakash Lohia; bos Lippo Grup, Mochtar Riady, dan pengusaha media Trans Corp, Chairul Tanjung. Berikut ini daftar 20 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes (angka dalam kurung peringkat tahun lalu).

1. R. Budi Hartono (Djarum) US$ 17,4 miliar (1)
2. Michael Hartono (Djarum) US$ 16,7 miliar (2)
3. Sri Prakash Lohia (Indorama) US$ 7 miliar (5)
4. Tahir (Mayapada) US$ 3,5 miliar (8)
5. Chairul Tanjung (Trans Corp) US$ 3,5 miliar (7)

 

6. Mochtar Riady (Lippo) US$ 3 miliar (9)
7. Prajogo Pangestu Barito Pacific) US$ 2,9 miliar (11)
8. Murdaya Poo (Centra Cipta Murdaya) US$ 2 miliar (12)
9. Peter Sondakh (Rajawali) US$ 1,9 miliar (13)

 

10. Theodore Rachmat (Adaro) US$ 1,7 miliar (19)
11. Low Tuck Kwong (Bayan Resource) US$ 1,5 miliar (18)
12. Eddy Kusnadi Sariaatmadja (Indosiar, SCTV, Emtek) US$ 1,5 miliar (26)
13. Ciputra (Jaya) US$ 1,4 miliar (21)
14. Martua Sitorus (Wilmar/Gamaland) US$ 1,4 miliar (24)

 

15. Djoko Susanto (Alfamart) US$ 1,3 miliar (20)
16. Alexander Tedja (Pakuwon Djati) US$ 1,3 miliar (27)
17. Harjo Sutanto (Wings) US$ 1,2 miliar (29)
18. Soegiarto Adikoesoemo (AKR) US$ 1,1 miliar (25)
19. Hary Tanoesoedibjo (MNC)  US$ 1,1 miliar (31)
20. Sukanto Tanoto (Royal Golden Eagle) US$ 1,1 miliar (30)

(Ira Saqila)