Kolaborasi Strategis Kodam Jaya Bersama PPLI, Ajak Masyarakat dan Industri Wujudkan Restorasi Lingkungan
Kolaborasi Strategis Kodam Jaya Bersama PPLI, Ajak Masyarakat dan Industri Wujudkan Restorasi Lingkungan
Acara diskusi panel Sustainability Forum dengan tema Agen Perubahan Sebagai Penggerak Restorasi Ekosistem, di Aula Makodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Senin (22/11) dengan narasumber yakni GM Sales & Marketing PPLI Yurnalisdel, Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi, Akademisi dan Guru Besar Psikologi UIN Jakarta Prof. Ahmad Syahid, Pengamat Tata Kota dan Lingkungan Universitas Trisakti Nirwono Yoga serta sejumlah pejabat Dinas Lingkungan Hidup dari DKI Jakarta, Bekasi, Depok dan Tangerang.

Jakarta, MERDEKANEWS -- Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto mengajak masyarakat bersama-sama memulihkan lingkungan di DKI Jakarta dengan memberikan contoh lingkungan yang hijau dan tertata.

"Sebenarnya sudah ada langkah dari Kodam Jaya dengan memberi contoh kepada masyarakat. Lingkungan di Kodam Jaya itu sudah cukup hijau. Ini agar masyarakat bisa mencontoh apa yang kita lakukan," ujar Mayjen Untung, saat memberikan sambutan di panel diskusi Sustainability Forum dengan tema Agen Perubahan Sebagai Penggerak Restorasi Ekosistem, di Aula Makodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Senin (22/11).

Acara ini, merupakan kerjasama antara Kodam Jaya, bersama perusahaan pengolah limbah industri PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan (AJPLI), dan Satukata Inisiative.

Diskusi ini, menghadirkan sejumlah narasumber yakni GM Sales & Marketing PPLI Yurnalisdel, Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi, Akademisi dan Guru Besar Psikologi UIN Jakarta Prof. Ahmad Syahid, Pengamat Tata Kota dan Lingkungan Universitas Trisakti Nirwono Yoga serta sejumlah pejabat Dinas Lingkungan Hidup dari DKI Jakarta,Bekasi,Depok dan Tangerang.

 

Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto didampingi Direktur Satukata Inisiative Sofia Karina saat memberikan keterangan kepada media seusai acara diskusi panel.

 


Pangdam TNI Mayjen Untung menyambut baik berbagai diskusi tentang lingkungan. Bahkan diskusi serupa telah dilakukannya dengan mengundang berbagai pihak seperti pengusaha, pelaku industri, hingga pemerintah provinsi.

"Kita sudah melaksanakan diskusi bagaimana langkah Kodam Jaya untuk menjadi agen perubahan. Tentu saja ada langkah-langkah yang dilakukan. Kita akan mengakselerasi edukasi terhadap masyarakat bagaimana lingkungan hidup yang bersih," ungkapnya.

“Tentu saja dengan menjaga ekosistem kita sebagai warisan kepada generasi yang akan datang, mewariskan sesuatu yang baik, memelihara lingkungan tempat tinggal kita sebagai tempat yang nyaman, selaras dan harmonis,” tambahnya.

General Manager PPLI, Yurnalisdel mengatakan pesatnya pertumbuhan industri tentu berimbas pada jumlah limbah yang dihasilkan, termasuk jenis limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

PPLI, berperan menjaga lingkungan dengan mengolah limbah industri, lebih dari 30 tahun. Dijelaskannya, limbah B3 atau sisa industri itu tidak bisa dihindari.

Nah, melalui PPLI, limbah itu diolah menjadi tidak berbahaya dan tidak beracun. Artinya, dalam sisi infrastruktur PPLI sudah menyediakan saran untuk menjaga lingkungan ini tetap baik.

Ia juga menyatakan komitmen PPLI untuk turut serta berkontribusi dalam aspek perusakan ekosistem lingkungan khususnya pengelolaan limbah industri.

"Dan saya setuju hari ini memang dengan Kodam Jaya bisa jadi semakin umum. Bagaimana kami berkontribusi dalam aspek kerusakan ekosistem untuk pengelolaan limbah industri," tambah Yurnalisdel.

Ada pun peserta kegiatan adalah para perwakilan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah DKI Jakarta dan tiga daerah penyangga.

“Harapannya acara itu mampu membuka mata kalangan dunia industri tentang bahaya limbah industri terhadap ekosistem dan keberlangsungan hidup manusia kedepan. TNI sedang konsen untuk itu,” ujar Asisten Teritorial (Aster) Kodam Jaya, Kolonel Arm Steffie Jantje Nuhujanan. 

(Hadi Siswo)